Harapan Menjadi Sebuah Kenyataan
“AHMAD SOBIRIN”
Tetesan Keringat Seorang IBu
Haii, Perkenalkan namaku Ahmad sobirin, biasa dipanggil Sobirin. Orang tuaku memberi nama Sobirin karena memiliki arti, kata ibuku pada saat aku lahir kedunia pada saat itu aku susah dilahirkannya jadi orang tuaku memberi nama Sobirin yang memiliki arti Sabar. Aku juga memiliki nama panggilan pada saat dibangku Sekolah Dasar (SD) yaitu dengan panggilan Bocil/ Bocah Cilik, tapi ada yang bilang katanya karena bentuk tubuhku yang sangatlah pendek dibandingkan teman-temanku yang lebih tinggi dariku, ya itu sih menurutku tidak jadi maslah jika mereka ingin memanggilku Bocil , namun terkadang akupun merasa malu jika dipanggil Bocil didepan orang yang aku kenal hehe...
Pada saat duduk dibangku SMP perawakanku masih terlihat kecil seperti anak SD. Ciri fisikku adalah aku memiliki mata yang berbentuk oval, alis sedikit tebal, rambut yang panjang dengan memiliki jambul didepan dengan mengarah kesebelah kanan, bahkan ketika kecil aku sering disebut si rambut helm, karena bentuknya seperti helm, akhirnya setiap ingin mencukur rambut, cukuran rambutku botak plontos, tinggi badanku sampai sekarang baru mencapai angka 167 cm, tapi aku punya target yaitu 176 cm, aku mempunyai cara tersendiri dalam meninggikan badanku, aku dinasehati oleh orang tuaku agar menjadi tinggi dengan makan Rebung kata orang tua dahulu, rebung itu dapat meninggikan badan meski memang sih, itu cara yang sangat manjur menurutku, dari dulunya ku sering di ejek pendek tapi sekarang yang mengejeku lebih pendek dariku. aku memiliki sifat yang pendiam dan pemalu, apalagi kalau sedang bertemu dangan orang yang belum aku kenal. Aku juga tipe orang yang emosional dan perasa, jadi aku sangat sensitif dengan suasana seperti ketika aku melihat orang yang sedang menangis, pasti akupun ikut menangis apalagi masalahnya bersangkutan dengan orang tuaku. Aku juga sangat suka sekali membuat orang-orang disekitarku tertawa, karena bagiku ada kebanggaan tersendiri jika berhasil membuat orang yang lain tertawa, ya walaupun terkadang aku harus bertingkah konyol namun dengan sewajarnya. Aku juga ketika kecil mempunyai hidung yang pesek kata orang-orang sih, hidungku pernah terinjak kerbau, mungkin itu sebuah lelucon orang-orang, namun sekarang hidungku menjadi mancung, karena pada saat umurku 9 tahun ku pernah berenang di air kali sadane. Pada saat itu ketika aku ingin loncat dari sebuah tebing, ternyata dibawah tebing itu ada batu yang sangat besar dan akhirnya mukaku menabrak batu besar itu, selama 1 bulan aku dirumah namun ternyata ada baiknya juga aku menabrak batu besar itu, keadaan hidungku malah menjadi agak mancung, aku juga memiliki kulit sawo matang, karena aku asli orang indonesia, jadi ciri fisiknya memiliki kulit yang sawo matang.
Selain ciri fisiku, aku juga bercita-cita ingin membuat sebuah pesantren dikampungku dan juga ingin sekali membuatkan rumah untuk guru bagiku yang sudah mengajariku bagaimana caranya membaca al-qur’an dengan baik, dan juga aku ingin menjadi seorang pengusaha makanan kuliner, karena menurutku makanan kulinerlah peluang usaha yang paling disukai oleh masyarakat awam pada saat ini. Aku juga pernah bercita-cita menjadi seorang dokter yang dapat mengobati orang yang sakit namun, sangat disayangkan aku sangat takut sekali darah, jadi aku mengurungkan cita-citaku tadi, aku juga pernah ingin menjadi seorang TNI namun itu hanya ikut-ikutan teman saja, jadi kalau ada yang nanya tentang cita-citaku, maka aku akan menjawab semua itu.
Hobiku bermain sepak bola. Yang paling kusenangi tim sepak bola adalah Persib bandung, bahkan ku mengoleksi baju persib dari berbagai jenis warna jersey aku miliki. Aku juga senang sekali terhadap abuya uci turtusi, sehingga pada saat smp ku sering ikut perlombaan ceramah dan akhirnya aku dapat juara 1 selama 3 kali berturut-turut. Karena kuterinspirasi dengan kata-katanya yaitu “sampaikanlah apa yang kau ketahui” aku juga sangat mengidolakan grup band wali, semua lagunya aku memilikinya, aku juga termasuk pecinta solawat, bahkan aku memiliki sebuah komunitas yang bernama “Barisan Pencinta Sholawat (BAPER)”.
Aku dilahirkan dari keluarga yang sederhana, ayahku bernama Jaemi dan ibuku Nursiah. Ayahku sekarang kira-kira menginjak 56 tahun. Dia adalah pahlawan dalam kehidupanku, dia orang yang kuat dan tangguh dan yang paling disukai dari ayahku adalah dia memiliki seni dan bidang kreativitas yang tinggi, dan dia sering membuat barang-barang yang tidak terpakai menjadi barang yang dapat dimanfaatkan kembali, seperti mobil-mobilan yang etrbuat dari bambu, anyaman bambu, dan masih banyak lagi. Ayahku sebenarnya orangnya humoris tapi kadang ayahku suka marah, dia akan sangat marah jika aku lalai terhadap melaksanakan sholat 5 waktu. Namun yang aku sayangkan adalah kondisi fisik ayahku sekarang tidak segagah dulu, namun ayahku masih saja memaksakan untuk menebang bambu yang ada di hutan, walaupun menebang bambu itu terbilang pekerjaan yang sangat berat karena berat bambu itu bisa mencapai 5 kg. Menurutku ayahku bekerja keras karena ingin menghidupi istri dan anaknya agar dapat hidup bahagia. Tapi bagaimanapun kondisi ayahku juga, aku sangat menyayanginya. Sedangkan ibuku adalah ibuku usianya kira-kira menginjak 50 tahun, dia adalah superhero dan wanita yang tangguh bagiku, karena ibuku adalah tipe orang yang pekerja keras, rajin dan penyabar bahkan ibuku rajin sekali dalam beribadah. Ibuku pandai sekali membuat makanan mulai dari lauk pauk, gorengan, kue-kue dan masih banyak lagi. Ibuku memiliki jiwa berbisnis yang sangatlah tinggi dia juga ahli dalam masalah tawar menawar dalam berbelanja untuk dijual kembali kemasyarakat. Sifatnya yang penyayang pada hewan, hewan yang paling ibuku sukai adalah ayam, setiap ada ayam peliharaanku kerumahku, ibuku selalu memberi makan ayamku dengan nasi ataupun yang sebagainya. Bahkan ibuku sangatlah menyayangi semua anak kecil yang mengenalnya akrab padanya bahkan sudah seperti anak sendiri. Ibuku juga orangnya sangat suka dengan kebersihan dan sangat tidak nyaman dengan ruangan yang kotor, jika kamarku masih belum dirapihkan ibuku akan memarahiku untuk segera merapihkan kamarku.
Aku anak ke 5 dari 6 bersaudara, sodara-sodaraku berjenis kelamin Laki-laki. Aku lahir disebuah kampung yang kecil yang bernama Pagutan. kata orang tua dahulu sih dulunya kampung itu bernama Panutan, karena dikampung itu banyak kiyai-kiyai. Kampungku dikelilingi hutan bambu dan kuburan, jadi setiap malam dikampungku tidak ada orang yang nongkrong dijalanan, tetapi para warganya biasanya membaca alqur’an, masyarakat dikampungku orangnya ramah-ramah, jadi jika ada dikampungku ada keluarga yang sedang membangun sebuah rumah, biasanya kami saling membantu dengan bergotong royong. Aku dibesarkan oleh kedua orang tuaku tepatnya dikecamatan Rumpin, kabupaten Bogor. Nama sodara-sodarku namanya sedikit unik, karena diakhiri dengan kalimat “Rin” dibelakangnya yaitu Pajrudin, Solehudin,Nasrudin,Sodikin, Sobirin dan yang terakhir sedikit berbeda, yang bernama Muhamad Rouf kata ibuku sih, supaya dapat mengasihi kakak-kakanya. Kakaku yang pertama bernama Pajrudin ia sudah menikah, ia sekarang bekerja di jakarta timur di PT.Nagata, ia sudah menkah dengan orang Tangerang Banten, dan ia sudah memiliki 2 orang anak yang kira-kira sekarang sudah menginjak umur 7 tahun dan adiknya 5 tahun. Kakaku yang kedua bernama Solehudin ia juga bekerja di PT.Nagata bersama kakaku yang pertama, Sedangkan yang ketiga namanya Nasrudin ia bekerja sebagai supir mobil di salah satu pabrik pakaian yang berada di daerah Cengkareng. Kakaku yang keempat bernama Sodikin ia sekarang sudah menikah dengan sahabatnya sendiri, ternyata itu adalah jodohnya, mesti ada pertanyaan, kok kakanya dilewatin sih? Sebagai jawabannya adalah kami sudah membuat persetujuan bahwa kita boleh menikah lebih dahulu asalkan, kita sudah punya modal untuk menikah, tanpa membebankan kedua orang tua. kedengarannya sih lucu, tapi itu sudah menjadi sebuah kesepakatan. Dan yang kelima aku ahmad sobirin, sekarang aku sedang belajar di Rumah Gemilang Indonesia (RGI) Depok, Jawa barat dan adiku bernama Muhamad Roufurrohim ia berumur sekitar 4 tahun, aku sering menjadi pengasuh ketika ibuku sedang sibuk, jadi ku sangat tahu jika ia ingin sesuatu, yang paling ia sukai adalah baju mobil tayo, setiap aku ingin pergi kemana saja ia selalu nitip ingin baju bergambar tayo. Kembali ke cerita mengenai kedua orang tuaku, Ayahku hanyalah seorang penebang bambu, yang bekerja semenjak masa SD dan sampai sekarang masih melakukan pekerjaan tersebut. sedangkan, ibuku seorang penjual sayuran, setiap hari kira-kira jam 05:00 aku berangkat bersama ibuku kepasar, namun setelah berbelanja kepasar aku berangkat kesekolah diantarkan oleh ibuku, setiap jam pulang kuselalu dijemput oleh ibuku, karena ibuku sering menjajakan jualannya disekolah tempat belajarku. Setelah pulang sekolah, aku kembali ikut bersama ibuku untuk berjualan, pernah sih, ku diejek oleh teman-teman bahwa ibuku seorang tukang sayuran, tapi aku sangat bangga karena ibuku aku dapat bersekolah dan sampai sebesar ini. Aku pernah bertanya kepada ibuku “Ema iraha nyah urang gaduh motor” ibuku pun menjawab “ke a doaken benyah supaya gaduh motor” dan akhirnya kata-kata itu selalu terbenak dalam pikiranku ingin sekali membalas pengorbanan yang telah ibuku lakukan, walaupun satu keringat yang jatuh dari keningnya tidak akan terbayarkan oleh sesuatu walaupun dengan harta yang banyak. Namun, walaupun kami hidup dengan sederhana tapi kami hidup bahagia. Kedua orang tuaku mendidiku dengan baik dengan mengajarkan tentang ilmu agama.
Keluarga kami alhamdulillah taat beribadah, dari kecil saya selalu diajarkan ibu untuk selalu melaksanakan sholat lima waktu, waktu kecil hingga sekarang ketika adzan berkumandang, ibuku selalu cerewet menyuruhku melaksanakan sholat, karena ibuku pernah mengatakan “jika kita melalaikan sholat berarti kita melalikan panggilan Allah SWT dan termasuk kedalam golongan orang-orang kafir. Waktupun berlalu, ibuku memasukanku kesebuah pesantren yang tidak jauh dari rumahku.
Pada saat umur 4 tahun aku dimasukan kesebuah pesanteren yang bernama “UMMUL QUR’AN” disana ku belajar banyak cara membaca al’quran yang baik dan benar, singkat cerita aku pernah kabur dari pesantren karena jika aku salah dalam membaca IQRO selalu dipukul dengan bambu, namun ketika aku pulang aku malah disuruh kembali lagi kepondok, mungkin ibuku sangat sayang kepadaku karena ingin anaknya bisa membaca al-qur’an.
KELAHIRANKU
Aku adalah generasi milenial, ya karna aku merupakan salah satu yang beruntung bisa lahir pada tahun milenium yaitu tahun 2000, di kota Bogor, Jabar. namun tahun kelahiranku yang asli adalah 02 juni 2001, kejadiannya sih pada saat duduk dibangku sekolah dasar, ada kesalahan pada administrasi jadi tahun kelahiranku menjadi 2000. bahkan namaku juga bukan Ahmad Sobirin tetapi Sobirin saja, pada saat itu dikelasku ada siswa yang namanya Sobirin, jadi namaku ditambah menjadi Ahmad Sobirin, kata guruku sih agar tidak tertukar pada saat pengbsenan murid, tapi, ibuku sih, membolehkan saja asal nama itu bagus. Aku mengangapnya sih sangatlah beruntung bisa lahir pada generasi milenial. Karena tahun kelahiranku itu aku juga dapat mudah dalam menghitung berapa usiaku, misalnya, saat ini 2019 maka tinggal ambil saja 1 jadi umurku sekarang 18 tahun. Jadi intinya aku sangat senang sekali lahir pada generasi milenial karena diera ini atau sekarang ini sudah mulai teknologi canggih, seperti sekarang semua orang dapat beraktifitas dengan mudah karena semuanya dengan teknolgi, kita ambil contoh saja, jaman sekarang ini menelepon orang lain itu cukup dengan menekan layar saja, bahkan pada zaman tahun 2019 ini akan diciptakan menelepon dengan bentuk orangnya, ya dipikir-pikir sih itu sangatlah canggih, kita lagi kangen-kangennya dengan orang yang kita rindukan, dengan satu kali tekan saja kita dapat bertemu orang yang kita sangat rindukan, walaupun dengan bentuk dan suaranya saja, tidak seperti pada orang tua dulu, semuanya itu harus dengan manual, namun menurut pendapatku pada era teknologi sekarang ini, lebih banyak keburukannya daripada kelebihannya, karena ada teknologi yang diciptakan untuk mempermudah pekerjaan, malah menjadi pengganti yang mengerjakan, bahkan cenderung membuat manusia jadi pemalas, karena tidak mau bergerak melakukan aktivitasnya.
Pendidikan
Pendidikanku dimulai dari Sekolah Dasar, aku disekolahkan di SDN 03 Rumpin yang posisinya dekat dengan hutan bambu, sering sih sekoalhku itu disebut dengan sebutan Impres, karena sekolahnya sulit dicari karena tertutup oleh pohon bambu. Ibuku sengaja menyekolahkanku di situ, karena ibuku sering berdagang sayuran disitu, jadi ketika aku pulang sekolah aku ikut bersama ibuku untuk berjualan menjajakan daganganku. Meski aku sering sekali diejek oleh teman-temanku, tapi aku orangnya sabar maka dari itu ibuku memberi nama Sobirin, mungkin agar aku tetap sabar dalam melewati ujian yang aku hadapi, maaf ya kata-kata ini kuceritakan kembali meski telah kuceritakan pada bagian awal, karena itu adalah kisah yang tidak akan saya lupakan meski aku sudah menjadi orang yang sukses amiin....
Aku bukanlah anak yang pintar, namun tidak juga bodoh, jadi standarlah. Aku juga pernah menjadi peringkat 2 dari 25 siswa, aku sangatlah bangga dengan prestasiku itu, meski kususah payah pada saat itu untuk belajar. Bahkan aku sering belajar sambil berjualan sayuran. Meski tidak nyaman karena kotor, tapi menurut saya gunakanlah waktu selagi ada sela-sela waktu yang kau habiskan. Dari kata-kata itulah aku bangun dari keterpurukan. Dan alhamdulillah aku juga pernah menjuarai lomba Murotal antar kecamatan, meski pada walnya aku merasa minder, karena menurutku suaraku itu tidak sebagus apa yang orang lain katakan, tapi alhamdulillah aku dapat menjadi juara 3. mungkin itu karena doa ibuku, karena kata guruku doa ibu itu mujarab. Karena pada saat itu aku ingin berangkat untuk mengikuti lomba, aku sampai mencium tangan ibuku sebanyak 3 kali dan mencuci kaki ibuku dengan rasa penuh haru.
Setelah lulus dari SDN Rumpin 03 aku melanjutkan jenjang pendidikan ke SMPN Negeri 1 Rumpin, salah satu sekolah paling faporit di daerahku. Nah berbicara tentang prestasi, disini prestasiku meningkat pada saat kelas 7 aku peringkat ke 2, kelas 8 aku peringkat ke 5, dan kelas 3 aku peringkat ke 4, dan yang paling membuat bangga bagiku adalah setiap tahun aku menjadi juara 1 dalam lomba Ceramah dari tahun ketahun, dan yang paling lucunya lagi, yang menjadi lawanku yang terberat adalah teman pondoku sendiri, tapi alhamdulillah aku mendapatkan juara 1 terus, bukan menyombongkan yaaa..... cuman saja aku bersyukur kepada Allah swt karena telah mengabulkan segala doaku.
Lanjut ke jenjang pendidikan selanjutnya, kali ini aku mengalami dilema dalam memilih antar SMA atau SMK, tapi setelah mendapat banyak masukan dari orang terdekatku dan berfikir panjang, akhirnya aku memutuskan untuk memilih SMK nama sekolahnku adalah SMK Islam Asy-Syuhada mungkin dari namanya juga terlihat suatu karakter dari sekolahanku, disini ku belajar selain dari ilmu duniawi bahkan aku belajar tentang bagaimana cara mempersiapkan diakhirat. Tujuanku masuk SMK adalah mencari pekerjaan yang lebih layak agar dapat membantu perekonomian pada keluargaku dan juga SMK lebih murah biayanya daripada SMA, setelah itu aku memilih jurusan Akuntansi yang dalam pemikiranku jurusan akuntansi itu belajar tentang keuangan karena itulah aku lemah dalam hitung-mengitung, tapi disinilah penyesalanku karena aku memilih jurusan yang bukan minatku, karena minatku adalah jurusan Pemasaran karena menurutku aku ingin menjadi seorang pengusaha yang handal yang dapat emnciptakan lapangan pekerjaan bagi para pencari kerja. Namun, itu mungkin sudah kodrat Allah, jadi aku tidak bisa menembus apa yang telah ditakdirkan Allah swt, namun walaupun itu bukan minatku aku belajar dengan semangat dan giat. Hari demi hari kulewati dengan rasa semangat belajar, Di SMK alhamdulillah aku mendapatkan peringkat 1 dari kelas 10-12, akupun tidak menyagka bahwa aku dapat mendapatkan peringkat 1 itu, karena menurutku aku bukanlah orang yag pintar, mungkin karena aku selalu meminta doa restu kepada guru dan orang tuaku Allah mengabulkan segala hajatku. Selain prestasiku itu aku juga sering berpartisi dalam acara keagamaan seperti maulid nabi, Peringatan Tahun BAru Islam dan lain-lain. Aku juga sering mengisi dalam acara tersebut seperti aku juga pernah disuruh menjadi penceramah bahkan pembaca ayat suci al-qur’an. Menurutku itu adalah anugrah dari Allah karena aku dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak. Waktupun berjalan cepat dengan seiring waktu, dan akhirnya aku lulus dengan nilai ya cukup memuaskan karena bukanlah nilai yang kucari tetapi ilmu yang manfaat yang kucari, karena guru saya pernah berkata ilmu banyak tetapi tidak manfaat akan sia-sia tetapi, jika ilmu sedikit bermanfaat untuk orang banyak akan menjadi ladang ibadahku.
DIRIKU YANG BERANJAK DEWASA
Setelah lulus dari SMK akupun bekerja apada Sebuah Toko baju yang berada didaerah pasar parung, aku bekrja disana selama 2 minggu, mesti menjadi sebuah pertanyaan. Kenapa hanya 2 minggu, karena waktu itu pemilik toko baju tersebut beragama konghucu. Pada saat itu saya ingin izin untuk mengerjakan kewajiban saya yaitu sholat 5 waktu, setiap waktu sholat tiba aku langsung izin kepada bosku “cih izin sholat dulu yaaa”
Lama kelamaan bos saya bertanya kepaku “kamu dalam satu hari berapa kali sih kamu sholat, kamu sholat juga percuma, enggak bakal kaya”
Disitulah saya merasa terhina karena agama saya dihina, langsung saja akupun marah dan keluar dari pekerjaanku, walaupun saya tidak mendapatkan gaji bulanan, aku lebih baik tidak mendapatkan gaji daripada aku meninggalkan sholat, karena sholat adalah suatu kewajibanku.seminggu kemudian aku mendapatkan kabar bahwa dari guruku bahwa mengajaku untuk masuk diklat di Rumah Gemilang Indonesia (RGI), akupun mencari tahu tentang apa itu RGI dari internet dan setelah itu apun lama kelamaan merasa tertarik untuk masuk RGI. Akupun melihat brosur RGI lalu akupun ikut daftar dan langsung mengikuti seleksi. Hari ketika mendekati seleksi, akupun terus mempersiapkan mental, yang pastinya aku harus meninggalkan adiku yang tercinta dengan rasa tabah. Dan harus berpisah selama 6 bulan. Setelah seleksi apun menunggu panggilan dari pihak RGI, tanggal 26 juni 2019, pada hari itu aku mendapat panggilan, aku merasa bersyukur karena aku dapat masuk RGI untuk kembali menuntut ilmu. Akupun langsung pamit kepada kedua orang tuaku dan guru ngajiku beserta teman pondoku, yang paling kasihan adalaha tangisan adiku yang dapat membuatku mencucurkan air mata, karena setiap hari aku sudah menjadi pengasuh bagi adiku, akrena sudah dekat akupun berat untuk berpisah dengan adiku. Setelah itu akupun memilih 2 jurusan dan akhirnya akupuun masuk ke jurusan Teknik Komputer dan Jaringan meski basicku bukan di tkj aku harus belajara dengan sungguh, karena aku teringat pesan guruku “pelajarilah apa saja yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri bahkan orang lain, karena dimas yang akan datang pelajaran itu akan bermanfaat bagimu” ujar guruku. dari kesepatan inilah aku tidak boleh membuang-buang kesempatan ini untuk membuat bangga dan menorehkan prestasi.hari demi hari aku lakukan dengan rasa semangat dan berdo’a, setiap hari setelah mengaji akupun langsung berangkat, karena bagiku waktu bagaikan pedang, disaat kita telat waktu itu akan menyayat tubuh kita dengan cepat. Itu juga sih perkataan guruku. Dan aku berharap dengan keputusanku mengikuti program diklat di Rumah Gemilang Indonesia ini, aku mampu menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, aku harap untuk urusan ilmu agamaku agar dapat lebih baik lagi, ya walaupun belum sempurna tapi setidaknya ada perubahan dan juga untuk pengalaman, semoga aku mendapat pekerjaan yang lebih baik lagi, serta akupun dapat memperbanyak teman-teman dari penjuru indonesia sehingga jikalau aku ingin liburan keluar daerah aku dapat berkunjung kepada temanku yang ada pada daerah yang aku singgahi.
KISAH CINTAKU
Berbicara tenta cinta, sebenarnya aku malu untuk menceritakannya, tapi mungkin tidak apa-apalah untuk memjadi sebuah kenangan hehehe... mungkin mulai semenjak SMP akupun merasakan rasanya mencintai seseorang namun aku tidak mengungkapkannya, nama yang kucintai itu Yuliana Sari Dewi, dia anaknya pendiam jadi ya pada awalnya sih dijodohkan oleh teman-temanku, ya lama kelamaan aku mengungkapkan rasa cintaku itu dalam sebuah surat, ya yang aku cintai juga satu kampung dengan ku jadi aku setiap hari selalu berpapasan dengannya, aku sih cuman cinta jarak jauh saja sih, cara berkomunikasinya juga lewat surat, setelah aku lulus dari SMP aku pun memutuskan untuk menyudahi kisah cintaku. Setelah aku bersekolah di SMK Islam Asy-Syuhada akupun kembali merasakan cinta kepada seorang perempuan, ya itu juga adik kelasku, yang bernama Resti santika, ia anaknya baik dan juga pendiam, karena itu menyukai wanita yang tipenya pendiam. Setiap hari ku selalu berpapasan dengannya, karena kelasku berdekatan dengan kelasnya, namun aku selalu membatasi agar tidak bertemu dengannya, memang sih, cinta itu anugrah, tapi karena dia bukanlah muhrimku jadi aku sedikit menjauhinya, agar tidak ada rasa cinta lagi padanya. Waktupun semakin berlalu, ketika aku dikelas 12 SMK aku punya teman dekat, namun ia perempuan, setiap hari dia selalu curhat kepadaku, mengenai kehidupannya. Lama kelamaan, mungkin ia memiliki rasa kepadaku. Pada suatu saat, dia membuat surat untuku yang diberikan lewat sahabatnya, awalnya sih aku tidak menyangka, dia bisa mengungkapkan isi hatinya kepada seorang laki-laki, biasanya sih, laki-laki yang mengungkapkan isi hatinya kepada perempuan. Berselangnya waktu, akupun menolaknya, karena aku sudah menganggapnya sebagai adik, yang sukanya curhat kepadaku. Untungnya ia tidak sakit hati, lalu ia dengan bersahabatan seperti biasanya kembali.

Salam Kenal Dari Rumpin
BalasHapussiap siap
BalasHapuskren rin
BalasHapus:)
Walaikum Salam
BalasHapusbanyak banget males bacanya
BalasHapusbacalah kisah seru semua
HapusKerennn
BalasHapusYang bner tuh
Hapus